Delta Perkenalkan Cobot Dua Lengan AI untuk Otomasi Industri
Robotika Berbasis AI untuk Manufaktur Fleksibel
Delta Electronics telah memperkenalkan solusi cobot berbasis AI berwujud yang dilengkapi dua lengan dan terintegrasi dengan platform Nvidia. Berbeda dari robot konvensional yang mengandalkan alur kerja terprogram, cobot ini secara mandiri memahami, merencanakan, dan menjalankan tugas perakitan kompleks, seperti produksi server AI. Hal ini mengurangi kebutuhan pemrograman ulang dan penyesuaian peralatan, sehingga meningkatkan fleksibilitas manufaktur.
Modul Sambungan Generasi Berikutnya
Delta juga memamerkan modul sambungan robot barunya yang dirancang untuk robot humanoid dan robot berlengan dua. Modul ini mengintegrasikan penggerak, motor, reduktor, enkoder, dan sensor gaya dalam satu unit. Modul tersebut dapat diterapkan pada tungkai atas maupun bawah, sehingga memungkinkan desain robot yang lebih presisi dan ringkas. Delta memiliki keahlian internal untuk kelima komponen tersebut, dengan beberapa reduktor diperoleh dari mitra.
Pusat Inovasi Robotika dan Fokus Strategis
Pada 2025, Delta mendirikan pusat inovasi robotika untuk mengembangkan robot humanoid dan robot anjing. Namun, perusahaan tersebut tidak berencana meluncurkan produk dalam waktu dekat karena kebutuhan industri akan keandalan, kecepatan, dan presisi. Sebaliknya, Delta bertujuan memasok komponen penting—kendali gerak, penggerak, motor, enkoder, reduktor, dan platform perangkat lunak—kepada produsen robot lainnya. Seperti yang dijelaskan Lisa Kao, “Fokusnya adalah otak, bukan kerangka,” yang menegaskan ambisi Delta untuk mengembangkan kecerdasan kendali robot.
Pabrik Tanpa Tenaga Kerja Aurotek
Aurotek Corp mempresentasikan solusi pabrik pintarnya yang mengintegrasikan robot ritel, forklift otonom, robot bergerak, dan robot humanoid. Sistem ini menangani tugas seperti mendeteksi kekurangan stok, melakukan pengisian ulang, dan menata ulang stok di rak. Kekurangan tenaga kerja mendorong permintaan terhadap solusi semacam ini, sementara Aurotek memanfaatkan integrasi sistem untuk mengumpulkan data dunia nyata guna melatih model AI dan menerapkannya di industri.
Dampak Pasar dan Distribusi Pendapatan
Aurotek melaporkan bahwa robotika menyumbang 10% dari pendapatan paruh pertama tahun ini, sementara peralatan dan subsistem otomasi menyumbang 54%, serta komponen otomasi 36%. Hal ini mencerminkan semakin pentingnya otomasi industri dalam menyeimbangkan tantangan tenaga kerja dengan inovasi teknologi.
Komentar Pakar
Dari perspektif otomasi industri, cobot berlengan dua milik Delta merupakan langkah signifikan menuju perakitan otonom. Dengan menggabungkan AI dan modul gerak terintegrasi, produsen memperoleh fleksibilitas saat melakukan pergantian produksi. Penekanan pada pemasokan komponen inti alih-alih robot humanoid lengkap merupakan strategi pragmatis yang selaras dengan kebutuhan industri akan keandalan dan integrasi modular. Pabrik tanpa tenaga kerja milik Aurotek semakin menunjukkan bagaimana robotika dapat mengubah operasi logistik dan ritel, dengan menawarkan solusi yang dapat diskalakan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja.
Skenario Penerapan
Sebuah pabrik semikonduktor dapat menggunakan cobot berlengan dua milik Delta untuk perakitan multi-langkah server AI. Dengan mengintegrasikan cobot tersebut dengan sistem kendali PLC dan DCS, pabrik dapat mengurangi waktu henti selama pergantian produk. Sementara itu, forklift otonom dan robot bergerak milik Aurotek dapat memperlancar pengisian ulang di gudang, sehingga memastikan aliran produksi yang berkesinambungan tanpa tenaga kerja tambahan.