Perjalanan Pengadaan Berkelanjutan Schneider Electric: Mendorong Pengurangan Karbon dalam Otomasi Industri
Membangun Kerangka Kerja untuk Pengadaan Berkelanjutan
Schneider Electric telah mendefinisikan ulang pengadaan dengan memasukkan keberlanjutan ke dalam rantai pasok otomasi industri. Perusahaan mengelola lebih dari 50.000 pemasok melalui kerangka kerja terstruktur yang menetapkan harapan yang jelas, menghilangkan risiko, dan mendorong transformasi. Pendekatan ini melampaui kepatuhan, mencakup 20 topik mulai dari baja rendah karbon hingga standar sosial yang maju. Bagi bisnis yang beroperasi dengan PLC, DCS, dan sistem otomasi pabrik, kerangka kerja seperti ini menunjukkan bagaimana keberlanjutan dapat diintegrasikan ke dalam rantai pasok sistem kontrol yang kompleks.
Menggerakkan 1.000 Pemasok untuk Kolaborasi Scope 3
Target berani itu jelas: mengurangi emisi gas rumah kaca dari 1.000 pemasok teratas sebesar 50%. Schneider meluncurkan program ini pada tahun 2021 dengan sebuah konferensi virtual berskala besar, memastikan pemasok didukung, bukan diasingkan. Dua pertiga dari mitra ini adalah UKM, dan 70% tidak memiliki pengalaman dekarbonisasi sebelumnya. Schneider mengatasi kesenjangan ini dengan alat pelatihan digital dan penilaian kematangan, memungkinkan bahkan pemasok komponen otomasi kecil untuk berpartisipasi dalam perjalanan keberlanjutan.
Pendekatan Berbasis Aksi dengan Alat Praktis
Schneider memprioritaskan kecepatan daripada kesempurnaan. Perusahaan membagikan buku panduan setebal 150 halaman berdasarkan praktik dari 160 pabriknya, dengan fokus pada efisiensi energi dan adopsi energi terbarukan. Lokakarya regional dan pelatihan kelompok mempercepat kemajuan. Yang penting, pemasok memberikan teknik mereka sendiri, yang kemudian direplikasi Schneider di seluruh jaringan. Model kolaboratif ini sangat beresonansi dalam otomasi industri, di mana berbagi pengetahuan sering mendorong inovasi dalam sistem kontrol dan optimasi pabrik.
Memperluas Keberlanjutan ke Keunggulan Sosial
Selain pengurangan karbon, Schneider memperkenalkan Program Kerja Layak. Pemasok diminta untuk mengadopsi kebijakan tentang upah layak, kesetaraan gender, dan cuti orang tua yang setara. Pendekatan aspiratif ini mencerminkan tren yang berkembang dalam pengadaan otomasi industri: keberlanjutan tidak hanya tentang bahan dan emisi, tetapi juga tentang standar tenaga kerja di seluruh rantai pasok global.
Hasil yang Dicapai Melalui Kolaborasi
Hingga Desember 2025, Schneider telah melibatkan 1.004 pemasok dan melatih lebih dari 3.000 profesional. Hasilnya adalah pengurangan intensitas karbon rata-rata sebesar 56%. Keberhasilan ini berasal dari komitmen bertahap, bukan target yang dipaksakan. Ini menunjukkan pelajaran berharga untuk pengadaan otomasi industri: ambisi kolaboratif yang didukung oleh alat praktis menghasilkan hasil terukur dalam keberlanjutan dan efisiensi operasional.
Skenario Aplikasi: Otomasi Pabrik Berkelanjutan
Pertimbangkan proyek otomasi pabrik yang mengintegrasikan PLC Schneider, modul DCS ABB, dan sensor Emerson. Dengan menerapkan kerangka kerja pengadaan Schneider:
-
Pemasok rumah baja rendah karbon mengurangi emisi tertanam.
-
UKM penyedia sensor getaran mengadopsi energi terbarukan dalam produksi.
-
Integrator sistem kontrol menerapkan kebijakan upah layak, memperkuat stabilitas tenaga kerja.
Skenario ini menggambarkan bagaimana prinsip keberlanjutan dapat langsung dimasukkan ke dalam proyek otomasi industri, menciptakan dampak terukur baik pada teknologi maupun masyarakat.